Beton Struktur Atas (upper structure)

A.      Kolom Beton

membuat kolom dan balok strukturKolom adalah batang  tekan vertikal dari rangka struktur yang menopang beban dari balok (balok atas), plat lantai (Dak) juga beban dari kontruksi atap. Kolom memegang peranan penting karena keruntuhan suatu kolom menjadi lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya beberapa bagian bangunan, bahkan keruntuhan total seluruh struktur.

 

Standart Nasional Indonesia (SNI) mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertical dengan bagian tinggi yang tidak di topang.

 

Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi, termasuk berat bangunan, beban manusia dan barang-barang, serta hembusan angin. Seluruh beban yang di terima kolom akan di distribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Struktur kolom dapat di buat dari besi dan beeton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tekan dan tahan tarikan.

Jenis-Jenis Kolom

Untuk kolom pada bangunan sederhana ada dua jenis yaitu:

  • Kolom Utama – Adalah kolom yang fungsi  utamanya menyangga beban utama keseluruhan di atasnya. Kolom ini bertumpu pada titik/poin di mana foot plate berada. Untuk rumah tinggal di sarankan jarak antar kolom utamaadalah 3,5 m agar dimensi balok untuk menopang lantai tidak perlu begitu besar. Apabila jarak antar kolom di buat lebih dari 3,5 m  maka, struktur bangunan harus di hitung lebih cermat. Dimensi kolom utama untuk rumah tinggal dua lantai biasanya berukuran 20/20 dengan tulangan pokok besi beton 8mm dan 12mm / 8d12  (jumlah besi beton 12mm sebanyak 8 buah dan begel d8-10 / begel berdiamete 8mm dengan jarak 10cm).

 

  •  Kolom Praktis – Adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding. Jarak kolom maksimum 3,5 m atau pada tiap pertemuan pasangan bata pada dinding. Dimensi kolom praktis standart adalah 15/15 dengan tulangan beton 4d10 (besi beton 10mm sebanyak 4 buah)  begel d8-20 (besi beton begel diameter 8mm dengan jarak 20 cm). Pada kolom praktis hanya bertumpu pada sloof pondasi dan tidak menapak pada permukaan foot plate.

 

 

B.      Balok Portal

Balok ini adalah beton struktur yang merangkai kolom-kolom menjadi satu kesatuan. Hubungan balok dan kolom adalah saling menjepit  yaitu suatu system dukungan yang dapat menahan momen, gaya vertical, dan gaya horizontal. Untuk menambah kekakuan balok  di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom boleh di tambahkan ketebalannya. Dimensi balok ini mengikuti perhitungan sesuai  dengan bentang/jarak antar kolom. Semakin jauh / panjang jarak antar kolom, maka dimensi balok juga semakin tebal . Untuk rumah tinggal dua lantai bisa di gunakan dimensi balok dg ukuran 15/25 dengan tulangan beton 6d12 (besi beton diameter 12mm sebanyak 6 buah) dan  begel d8-10 (besi beton begel diameter 8mm dengan jarak 10 cm).

 

 

 

Comments

comments